Tulisan Terbaru

SENSE OF CRISIS

Mengerti akan krisis atau peduli akan krisis... mungkin kira-kira itulah defenisi dari judul postingan ini. Semua pasti tahu, dunia saat ini dilanda krisis global. Banyak perusahaan raksasa hampir bertumbangan dan terpaksa mem-pe ha ka – kan karyawannya. Secara langsung atau tidak langsung krisis pasti berpengaruh dalam kehidupan rumah tangga, walau mungkin “tidak terasa” bagi sebagian. Yang pasti dengan semakin bertambahnya kebutuhan dan perubahan harga yang selalu menaik, akan menimbulkan ketidaknyamanan, apalagi jika tiba-tiba sang ayah yang menjadi tumpuan harapan tidak bekerja lagi alias di pe ha ka. Apa jadinya? Apakah akan tetap bertahan mengikuti life style yang dulu?
Ketika perusahaan tempat kita bekerja mengalami krisis yang sama, saat – saat seperti inilah dibutuhkan kesadaran seluruh pihak dari pimpinan hingga karyawan untuk bisa saling mengingatkan dan semampu daya menghemat berbagai hal yang dirasa kurang perlu, semisal pemakaian komputer, penerangan di setiap ruangan, atau sumber-sumber energy lainnya seperti air dan bahan bakar kendaraan, juga penghematan terhadap ATK yang terkadang terjadi pemborosan seperti penggunaan tinta printer atau kertas.
Dalam kehidupan rumah tangga juga demikian halnya. Setiap anggota keluarga dari sang pemimpin hingga ke seluruh anggota keluarga sudah sepatutnya saling mengingatkan, saling mengerti dan bekerjasama akan pentingnya kepedulian terhadap krisis. Penggunaan berbagai sumber energy yang tidak tepat juga sering dijumpai dalam kehidupan keseharian kita, misalnya penggunaan setrika yang bolak-balik di turn off/on kan, pemilihan alat penerangan yang tidak hemat energi, serta penggunaan TV, Tape, AC, Pulsa HP yang berlebihan.
So... Yukk... menerapkan sense of crisis kepada kita semua dari atasan hingga anak buah, dari orangtua hingga ke seluruh anggota keluarga:). Dengan demikian kita akan tetap bisa bertahan serta menikmati kehidupan dengan tenang walaupun sederhana.

Jangan kisah ini terulang kembali...

image: http://www.cbm.org.au/images/ethiopia-food-crisis.jpg
http://static.guim.co.uk/Guardian/world/gallery/2008/jun/13

6 comments:

nyoman said...

siiiiip mari berhemat, hemat listrik sekaligus untuk mengurangi pemanasan global ya?

nyoman said...

siip mari berhemat, hemat listrik sekaligus untuk mengurangi pemanasan global ya

reni said...

Kepedulian dan kesadaran terhadap krisis perlu ditingkatkan lagi ya...
Perlu dipikirkan nih cara yg efektif...

fahmi said...

alright kita berusaha mengehemat, namun agak pusing juga melihat kegiatan orang di sekeliling kita yang selalu boros dalam hal energi seperti tidak mematikan lampu dikala hari sudah mulai siang, memakai kedaraan untuk mencapai jarak yang dekat, jadi kita harus berusaha untuk memikirkan masalah ini agar setiap individu punya kesadaran

fahmi said...

ok kita berhemat, tapi tugas kita adalah harus selalu mengingatkan pada orang yang selalu memboroskan energi, contohnya kita sendiri, kita selalu menghabiskan waktu kita berjam-jam didepan komputer hanya untuk ngeblog atau browsing, atau downloading tanpa kita melakukan sesuatu yang dapat membantu untuk menghemat energi,

fahmi said...

ok kita harus menghemat energi, tapi apakah kita sendiri sudah menghemat energi, kita menghabiskan waktu untuk saling comment ke orang lain, tanpa ada usaha kita untk menghemat energi, jadi kita harus bertanya pada diri kita sendiri apa yang sudah kita lakukan untuk menghemat energi?

Blog Archive