Tulisan Terbaru

MASA LALU

Dalam aktifitas keseharian, mungkin disaat Anda tidak ada kegiatan atau sedang bersantai tiba-tiba Anda teringat seseorang yang pernah menghiasi hidup Anda atau teringat seseorang yang sangat berarti bagi Anda. Katakanlah itu mantan kekasih Anda, sahabat lama Anda, orangtua Anda atau siapa saja yang pernah singgah di hati Anda. Anda teringat masa-masa lalu Anda dengan segala hal termanis yang pernah Anda alami. Dengan segala kenangan itu rasanya Anda ingin sekali bertemu dan ingin bercerita dan berbagi dengan mereka. Sayangnya Anda tidak tahu entah dimana mereka saat ini, dan tidak mungkin lagi berkumpul seperti di masa lalu.

Saat ini segala kenangan itu tinggallah hanya kenangan semata dan  yang mungkin masih tersisa adalah ketika  Anda mengingat saat-saat terakhir akan berpisah  dengan mereka. Ada yang merantau ke negeri seberang, ada yang melanjutkan sekolah, ada yang tertinggal di kampung halaman dan masih banyak lagi.  Sudah lima, sepuluh, lima belas  bahkan puluhan tahun Anda tidak pernah lagi bertemu dengan mereka, dan butir -butir  kenangan itu  masih ada yang tersisa.  Saat – saat seperti  ini bukan tidak mungkin Anda  merasa sangat sedih ,labil bahkan jika teringat hal - hal  termanis dan terindah  yang Anda alami, bisa-bisa air mata menetes tak tersadari.

Jika saat ini Anda sedang mengalami hal itu, dimana orang-orang yang Anda rindukan sudah lama tidak bertemu bahkan sudah ada yang “mendahului” Anda menghadap sang Pencipta, bagaimana Anda bisa menyikapinya sehingga tidak tenggelam dalam “emosi” yang lebih dalam?
Bukalah Album kenangan Anda, nikmatilah lagu-lagu nostalgia Anda dan berdoalah untuk mereka. Seketika Anda akan merasa bersemangat, jiwa Anda akan tenang, keseharian Anda akan selalu indah, dan  anggaplah semua itu sebagai bagian dari perjalanan hidup yang yang penuh gelombang dan liku.

3 comments:

rismahutabarat said...

Hidup memang selalu tentang perpisahan dan pertemuan. Masa lalu dan masa depan. Semuanya bertujuan memberi keseimbangan. Kalau lagi teringat sama mereka yang sudah pergi ke Rumah Bapa, saya lebih suka membiarkan diri menangis, bang Piter. Sesudah itu, baru saya bisa mengingatkan diri, kalau mereka semua sudah mendapat tempat yang tenang disana.

Horas

lina@happy family said...

Masa lalu yang terkadang saya kenang adalah ibu saya yang sekarang sudah meninggal, Bang Piter...

Donny said...

tulisan yang menginspirasi Bang....salam kenal dan keep sharing

Donny
www.manuverbisnis.wordpress.com

Blog Archive