Tulisan Terbaru

DANAU TOBA, SAYA AKAN DATANG KEMBALI

Ketika berkunjung ke daerah wisata Danau Toba, satu hal yang paling menonjol sebelum kita berkeliling menikmati indahnya Danau ini adalah kesibukan para penduduk setempat dalam “berbisnis” dengan menawarkan aneka jualan berupa souvenir, makanan, dan menawarkan jasa penyewaan kapal, speedboat atau sepeda air (“bebek besar”) kepada para turis yang berkunjung.

Dengan pakaian ala kadarnya serta bahasa Indonesia yang belum fasih, alias campur - campur dengan bahasa Batak sebagai bahasa penduduk asli daerah ini, mereka menawarkan setiap jasa atau dagangannya. Bukan hanya itu saja, dengan kemampuan bahasa Inggris yang seadanya mereka berani menyapa para turis asing tanpa rasa minder.

Sambil berbahasa Inggris yang dicampur dengan gerakan tubuh, mereka menyambut para turis asing dengan berucap, “Welcome to Lake Toba, Mister.”  “We can ( sambil memutar-mutar tangannya ) in lake toba by boat” ( maksudnya mengajak turis berkeliling Danau Toba naik boat). Ada juga yang menawarkan penginapan atau hotel dengan mengucap, “You can sleep in my best hotel and not much money.” (membilangkan harganya murah). 
Dalam setiap obrolan tersebut,  walau bahasanya tampak "amburadul", mereka tetap berusaha bersikap sesopan mungkin dengan selalu mengucapkan kata “ hello mister atau hello madamdi awal pembicaraan. Ada juga penduduk yang ingin foto bareng dengan mengatakan, “Come on Mister, (sambil membuat adegan memotret) with me, please!”.

Danau Toba sebagai salah satu danau terbesar di dunia yang merupakan tempat wisata utama di Sumatera Utara tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita bahkan bagi sebagian besar turis mancanegara. Dengan keindahan  alam yang indah, jejeran bukit batu yang kokoh dan hamparan air yang tenang tempat  ini akan selalu membawa kenangan indah bagi setiap orang yang pernah berkunjung.

Adegan yang menarik bagi saya selama liburan Desember tahun 2009 lalu ke daerah ini  adalah keberanian masyarakat sekitar Danau Toba menegur para turis dengan kemampuan bahasa Inggrisnya yang pas-pasan. Mereka ngobrol-ngobrol dengan para turis tentang apa saja, dan si turis pun tampak  manggut-manggut dan coba memahami pembicaraan tersebut.

Saya masih sempat mendengar pembicaraan antara seorang pemuda dengan para turis. “Hi Mister, can You (sambil tangan digerakkan seperti orang main gitar) gitar?”. “Sing a songlah ya,Oke?” si turis tampak tersenyum dan paham maksud pemuda tadi dan langsung ikut bernyanyi. Lain lagi seorang penjual Tunggal Panaluan ( sebuah tongkat yang diukir berbentuk manusia dan dipercaya sebagai tongkat ajaib). “This is one hundred years old Sir, please buy only 5000 dollars.” si turis hanya mengucap “thank you.” Demikian juga dengan tukang ojek. Dia mengatakan,  “Hello, can I (sambil mutar-mutar tangannya dan menunjuk ke arah motornya) bring you?” “Only ( juga menunjukkan ke sepuluh jari tangannya) ten dollars”. si turis tersenyum-senyum saja dan “thank you”. Sungguh sebuah adegan yang menggelikan di sela-sela menikmati liburan di Danau Toba dan membuat saya tertarik untuk berkunjung kembali.

4 comments:

budiawanhutasoit said...

tapi amat disayangkan ya lae, danau Toba yg merupakan danau yg besar dan indah, tidak ada perkembangan.
kota Prapat masih spt gitu2 aja. hiburan tdk ada bertambah. selepas malam kita hanya bisa diam di kamar hotel.
sy membayangkan seandainya ada kereta gantung, yg berputar mengelilingi danau toba dan melihat keindahan danau toba dari atas, pasti akan lebih menarik. spt yg dilakukan oleh Singapore di Sentosa Island.
masih banyak yg hrs dibenahi, termasuk cara2 masyarakat disana dlm bertindak selaku 'marketing' dari Danau Toba dan melayani para turis.
nice posting lae..

catatan kecilku said...

Aku belum pernah ke Danau Toba... Berharap banget smoga suatu saat bisa kesana.

the others.... said...

Untung saja turis-2 itu bisa paham dg bahasa campur aduk spt itu ya..? hehehe lucu juga.

Risma Hutabarat said...

Kalau soal indahnya, aku setuju, bang. Tapi, kalo soal bersih? Minta ampun lah lihat kotanya yang amburadul itu. Sampah di mana-mana. Bahkan dengan tenangnya dibuang ke dananu begitu saja :(

Satu lagi, hati-hati membeli buah disana (seperti mangga). Penjualnya seperti pemain sulap, saking ahlinya menukar buah2 bagus yang sudah kita pilih dengan buah busuk yang terletak di dekat timbangannya :D
Kalau yang ini, sudah menjadi rahasia umum. Hahahah

Horas
Blog Perempuan Rumahan
Mommy Mayonnaise
Female Stuffs

Blog Archive