Tulisan Terbaru

Showing posts with label lingkungan. Show all posts
Showing posts with label lingkungan. Show all posts

Test Uji Emisi Kendaraan, Perlu!

Sebagai upaya kepedulian terhadap lingkungan dan untuk mengetahui tingkat pencemaran udara kota Medan, pada hari Kamis (6/10/2011) lalu Badan Lingkungan Hidup Kota Medan (BLH) bekerjasama dengan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Depkes melakukan uji emisi kendaraan bermotor gratis di Jalan Sisingamangaraja Medan. 

Uji emisi seperti ini sudah semakin sering dilakukan di berbagai kota besar Indonesia untuk mengetahui potensi meningkatnya pencemaran udara, sehubungan dengan semakin bertambahnya jumlah kendaraan bermotor yang setiap tahun mengalami peningkatan. 

Menurut laporan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) jumlah populasi kendaraan bermotor di Indonesia pada 2010 lalu mencapai 50.824.128 unit. Jumlah kendaraan ini terus bertumbuh 10-15 persen dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan pada 2014 penjualan mobil di Tanah Air diperkirakan mencapai 1 juta unit. 

Sejalan dengan peningkatan jumlah kendaraan ini, muncul kekhawatiran meningkatnya gas-gas polutan di udara yang berasal dari gas buang kendaraan tersebut. Kekhawatiran ini cukup beralasan karena menurut survey yang dilakukan World Bank, sebanyak 70%  pencemar udara dihasilkan oleh kendaraan bermotor dan sisanya 30 persen merupakan sumbangan dari industri, rumah tangga, dan sumber pencemaran lain. 
Naiknya zat-zat polutan yang mencemari udara disebabkan gas buang yang dihasilkan kendaraan bermotor telah melebihi nilai ambang batas yang ditentukan. 

Menurut Kepmen LH No.05 tahun 2006, bahwa ambang batas untuk gas HC (Hidro karbon), CO (karbon Monoksida), dan kadar opasitas (gumpalan asap untuk kendaraan solar) dapat dilihat pada tabel berikut:


Dari tabel di atas tampak bahwa kadar gas HC dan CO untuk kendaraan roda dua (L) dan roda empat (M,N,O) serta kadar opasitas kendaraan berbahan bakar solar angkanya telah ditetapkan dengan jelas dan setiap kendaran bermotor tidak boleh melebihi angka tersebut.

Dalam pengujian emisi, ada perbedaan antara kendaraan berbahan bakar bensin dan solar, dimana  kendaraan berbahan bakar bensin yang diukur itu adalah unsur CO (Karbon monoksida), HC (Hidrokarbon), O2 (Oksigen), CO2 (Karbon dioksida) dan Lambda.  Namun syarat lulus tidaknya uji emisi, yang dilihat hanya kadar CO dan HC saja. Sedangkan kendaraan berbahan bakar solar yang dilihat adalah nilai opasitasnya ( gumpalan asap). 

Efek pencemaran udara akibat emisi gas buang kendaraan bermotor ini selain merusak  lingkungan dan memicu pemanasan global, juga berdampak buruk terhadap kesehatan terutama paru-paru, ginjal, jantung, sel reproduksi, dan iritasi mata. Bahkan menurut penelitian Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Harvard, Boston, AS, terhadap 202 anak berusia 8 sampai 11 tahun mengungkapkan bahwa polusi udara dapat mengakibatkan IQ anak jongkok dan keterlambatan mental akibat sering menghirup karbon hitam (black carbon) yang merupakan partikel emisi yang dikeluarkan knalpot kendaraan.

Melihat peningkatan jumlah kendaraan bermotor dan segala dampak pencemaran udara yang diakibatkannya, inilah saatnya untuk melakukan test uji emisi kendaraan. Selain mengetahui kesehatan mesin kendaraan, tingkat pencemaran udara bisa dikontrol sehingga penyakit berbahaya, kerusakan lingkungan, dan pemanasan global bisa dihindari.

 Tips Untuk Lulus Uji Emisi
Agar kendaraan Anda lulus uji emisi, beberapa hal berikut perlu diperhatikan. 
Pertama, gunakan bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi mesin. Hindari menggunakan bensin yang nilai oktannya lebih kecil dari yang disarankan pabrik.
Kedua, pastikan filter udara dalam keadaan bersih atau baru. Bersihkan dengan udara bertekanan untuk melepas butiran debu halus pada filter udara.
Ketiga, periksa seluruh kondisi busi. Jika keramik kepala busi berwarna putih kecoklatan tandanya mesin dalam kondisi baik. Tetapi jika kering kehitaman menandakan pembakaran tidak sempurna yang akan menghasilkan zat pencemar.
Keempat, pastikan sepanjang saluran knalpot dari mesin hingga ujung pipa keluar tidak ada kebocoran. Sedikit saja saluran itu bocor, dapat mempengaruhi nilai-nilai hasil uji emisi.
Kelima, lakukan penyetelan (tune up) kendaraan Anda secara teratur.

Setelah siap dengan tips di atas, lakukan uji emisi ke bengkel yang recomended yang telah memperoleh sertifikat pelaksanan uji emisi. Jika kendaraan dinyatakan lulus uji, akan diberikan stiker lulus uji dan sebuah buku/kartu yang berisi uraian uji emisi. 

PELAJARAN DARI PEMBUANG SUMPAH

Sebagai bentuk kekesalan atas tingkah laku orang lain yang selalu membuang sampah sembarangan di lahan kosong sekitar rumahnya, sebuah anggota keluarga membuat pengumuman yang agak pedas yang diletakkan di tiga lokasi pagar rumahnya. Pengumuman tersebut dituliskan di kiri, kanan dan depan pagar sang pemilik rumah.Bunyi pengumuman di sebelah kiri adalah “Dilarang buang sampah di sini kecuali anjing,” di sebelah kanan, ”Yang buang sampah di sini buta huruf,” dan di depan pagar  ditulis, “Silahkan buang sampah di sini kalau mau mati.” Pengumuman tersebut ditulis dengan maksud agar orang-orang nakal yang selalu membuang sampah di sekitar  pemilik rumah merasa jera atau enggan membuang sampah di tempat tersebut. Tetapi entah kenapa, tetap saja orang-orang tersebut membuang sampah sembarangan di tempat yang dilarang tersebut. Apa karena mereka tidak membaca pengumuman, atau tidak peduli dengan kata-kata tersebut, atau bahkan dengan sengaja memberikan aksi perlawanan atas “kesombongan” atas untaian kata-kata dalam pengumuman tersebut.

Sudah menjadi hukum alam, sebuah aksi akan menghasilkan reaksi. Aksi para pembuang sampah dibalas dengan kalimat pengumuman yang pedas. Sebaliknya pengumuman pedas dibalas dengan tetap membuang sampah di tempat yang sama, sebagai bentuk perlawanan dengan kalimatnya yang kasar. Dengan keadaan seperti ini, akhirnya tetap saja tidak membawa jalan keluar atau kesepakatan. Pembuangan sampahpun berlanjut, dan si pemilik rumahpun semakin bingung.Ingin menegur langsung, tetapi tidak pernah jumpa dengan orang-orang nakal tersebut. Akhirnya ada anggota keluarga menyarankan agar mengubah bunyi pengumuman dengan kata yang lembut dan mendidik. Sesuai kesepakatan, maka kelaurga itu mengubah bunyi pengumuman yang pedas dengan bahasa dan tutur kata yang sopan dan mendidik. Semua kata dalam pengumuman tersebut diganti dengan bunyi  ”Mari bersama-sama memelihara kesehatan dan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.” Hasilnya?? Sungguh diluar dugaan. Para pembangkangpun tiba-tiba menjadi sadar  dan perlahan-lahan sampah semakin berkurang karena mereka tidak lagi membuang sampah di lahan kosong tersebut.

Ternyata sobat, sebuah ungkapan yang kasar belum tentu bisa membawa jalan keluar. Justru disaat adanya kelembutan,permintaan dan himbauan yang membangun dan mendidik, orang lain akan lebih introspeksi diri dan menyadari segala kelalaian dan kenakalannya.Ternyata, kadang-kadang  senjata yang ampuh itu adalah sikap yang lembut dengan kata-kata yang bijaksana dan ungkapan yang menunjukkan penghargaan kepada orang lain.

Blog Archive