Tulisan Terbaru

Showing posts with label kota medan. Show all posts
Showing posts with label kota medan. Show all posts

"Cuci Mata"



Istilah “cuci mata” tentunya bukan hal yang asing lagi bagi kita. Istilah ini sering diungkapkan seseorang yang ingin melihat yang indah-indah agar ia terhibur. Bagi orang Medan, istilah ini sering diucapkan ketika seseorang ingin  jalan-jalan ke Mall atau Plaza tanpa bermaksud shoping barang tertentu. Intinya, ia ingin menghabiskan waktu seharian di mall atau plaza untuk menghibur diri  akibat suasana hati yang BeTe, galau, suntuk, bosan atau sesuatu yang membuat hati “gundah gulana.”

Saat cuci mata, seseorang berjalan-jalan sambil berkeliling menyisir toko-toko sambil melihat-lihat aneka produk di mall. Kadang ia bertanya ke si penjaga yang biasa disebut SPG (Sales Promotion Girl) bahkan mencoba berbagai produk. Namun karena maksud dan tujuan berkunjung ke mall adalah cuci mata, maka keseriusan untuk membeli pun dinomorduakan. Ada saja alasan yang diberi ke SPG agar produk yang dicoba tadi tidak jadi.

Dalam dunia cuci mata, bukan hanya produk yang dijual saja yang menjadi  objek perhatian. Tingkah laku dan gaya para pengunjung juga menjadi perhatian. Ada saja orang-orang yang berdiri dekat eskalator sambil melihat pengunjung naik turun di eskalator. Bukan hanya itu, hiasan-hiasan di mall juga menjadi objek cuci mata. Bahkan juga kadang-kadang seseorang yang cuci mata menyempatkan bertanya dengan SPG padahal tidak berkaitan dengan produk yang dijual. Hanya sebatas itu. Setelah ditanya ia kembali berkeliling dan melihat-lihat kesana kemari. Seseorang yang cuci mata juga datang ke mall hanya duduk menikmati kopi atau teh di tempat-tempat yang banyak tersedia di dalam mall.


Begitulah sekilas cuci mata. Apapun itu dan dimana pun itu,  yang penting hati kita bisa terhibur sesuai dengan definisi “cuci mata”  bisa bersenang-senang dengan melihat sesuatu yang indah.

Inilah Penderitaan Masyarakat SUMUT Akibat Krisis Listrik!


PieterSilitonga - Krisis listrik di Sumatera Utara yang tak kunjung ada solusinya itu semakin parah saja. Sudah memasuki bulan Maret pun, kondisi buruk ini tidak semakin membaik. Masyarakat hanya bisa pasrah, bingung dan tidak bisa berbuat apa-apa walau sebenarnya ingin berontak, geram, marah, penuh cacian, dan umpatan yang ditujukan ke pihak PLN.

Apa sebenarnya penyebab krisis ini? Tidak Jelas!! Kurang dayalah, Tidak adanya lahan/surat ijin tempat pembangkitlah, kebijakan pemerintah daerahlah, tidak ada danalah, mesin yang sudah tualah, hingga keterbatasan energilah, dan lain sebagainya.

Dengan kondisi yang berlarut-larut serta berputar-berputar tanpa ada kesimpulan, krisis listrik ini pun semakin hari semakin merajalela. Kemarin matinya masih sekali sehari, namun akhir-akhir ini sudah semakin parah  dengan 2-3 kali sehari dengan rata-rata masa matinya sekitar 2-3 jam.

Apapun itu, yang pasti hingga saat ini belum ada berita menggembirakan agar krisis ini segera diakhiri. Yang pasti kondisi ini telah merugikan semua pihak di semua sektor. Telah banyak kejadian merugikan disekitar kita akibat kondisi yang tak jelas ini.

Berikut beberapa kerugian akibat krisis listrik di SUMUT.

  1. Sangat terganggunya aktivitas belajar anak di malam hari yang mengakibatkan rasa malas dan semakin kurangnya kreativitas.
  2. Rusaknya peralatan-peralatan elektronik seperti kulkas, AC, terutama komputer yang saat menyala harus terhentak akibat listrik yang mati tiba-tiba.
  3. Sangat beresiko timbulnya kebakaran akibat listrik padam digantikan oleh  lilin atau lampu teplok.
  4. Sangat memicu/kesempatan bagi para maling, karena listrik sering mati saat malam dan dini hari.
  5. Pembayaran biaya listrik yang tidak semakin turun. Justru semakin tinggi.
  6. Sangat terganggunya, terhambatnya serta berkurangnya kinerja di kantor-kantor karena aktivitas tiba-tiba harus berhenti yang mengakibatkan tertundanya  laporan-laporan yang harus segera diselesaikan.
  7. Sangat terganggunya aktivitas  belajar-mengajar di sekolah, kampus, dan berbagai lembaga pendididikan nonformal/informal.
  8. Sangat terhambatnya rejeki dan aktivitas para pelaku industri kecil atau industri rumahan karena berbagai orderan yang tak sanggup lagi dikerjakan.
  9. Sangat memicu penyakit akibat panas, susah tidur, stress dan emosional yang tinggi sebagai dampak pemadaman yang tiba-tiba saat melakukan aktivitas penting  di rumah,sekolah, kantor, dan lainnya.
  10. Penderitaan lain yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata.

So, bagi para pejabat negara, pihak-pihak swasta dan pihak mana saja yang bertanggungjawab, plissss, segeralah atasi krisis ini.(*)

image: www.woub.org 


email: piter_centre{at}yahoo.com


AYAM PENYET RAMAIKAN KULINER MEDAN

Saat ini wisata kuliner kota Medan semakin ramai dengan kehadiran sajian baru yaitu “ayam penyet”. Kehadiran ayam Penyet yang merupakan salah satu makanan tradisional Jawa seakan membawa rasa baru bagi penduduk kota Medan.

Alasan utama para pengunjung yang selalu datang menikmati ayam penyet adalah karena harganya terjangkau dan sambalnya yang pedas sesuai selera orang Medan. Rata-rata ayam penyet dijual dengan harga Rp 9 ribu dan ayam kampung penyet Rp 14 ribu. 

Ayam penyet hadir di Medan sekitar bulan Januari 2008. Pada awalnya hanya dijual di warung tenda pinggir jalan atau kaki lima dengan kondisi sempit dan sederhana. Namun demikian, warung tenda ayam penyet ini semakin ramai dikunjungi. Bahkan para pembeli rela antri untuk mendapatkan ayam penyet agar bisa dinikmati di rumah. 

Dengan semakin ramainya pengunjung, warung ayam penyet melebarkan sayap dengan membuka lokasi baru yang lebih luas dan nyaman. Warung yang di desain dengan dinding terbuka dan tampak selalu "welcome" bagi pengunjung, membuat usaha ayam penyet semakin ramai dan terus berkembang hingga saat ini.

Untuk lebih memanjakan pengunjung, warung ayam penyet di Medan juga menyediakan aneka bentuk paket. Misalnya ada paket yang berharga Rp 14 ribu terdiri dari satu nasi, satu ayam, satu teh manis dingin. Ada juga paket mesra yang diperuntukkan untuk berdua, yang terdiri dari dua nasi, dua ayam, dua teh manis dingin, dan satu sayur asem. 

Salah satu warung ayam penyet yang terbesar di Medan adalah ayam penyet Joko Solo. Mereka membuka 12 cabang yang tersebar di kota Medan. Ayam penyet Joko Solo dapat dinikmati di berbagai tempat seperti di jalan Sei Batang Hari, Jalan Ayahanda, Jalan gelugur, Jalan Merak Jingga, Jalan Teladan dan tempat lainnya.

Kehadiran ayam penyet ini tentunya semakin menambah semaraknya wisata kuliner kota Medan yang membuat kota ini semakin banyak dikunjungi.

DIGITAL SYSTEM CONCEPT DI KOTA TURIS PARAPAT

 Vote Up ide ini via sms! Caranya: Ketik CSAIDEA 328 Kirim ke 9779

Latar Belakang
Parapat sebagai pintu gerbang menuju Danau Toba memiliki tantangan besar agar mampu menjadi kota turis yang siap melayani setiap wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba. Kota ini harus bisa berbenah dan menyiapkan diri dalam menyambut para turis  yang ingin menikmati indahnya Danau Toba.

Jika melihat kondisi saat ini, terutama sepuluh tahun terakhir, Danau Toba semakin kurang diminati. Untuk mengatasi hal ini dibutuhkan sebuah sistim layanan terpadu, menyeluruh dan terkoordinasi dengan baik antara pemerintah setempat,  masyarakat, pemuda, serta pelaku bisnis di daerah ini. Konsep Digital System sangat sesuai untuk kota ini dalam peningkatan arus wisatawan ke Danau Toba.

Lingkup permasalahan

Masalah yang dihadapi saat ini adalah minimnya kunjungan wisatawan asing dan domestik ke Danau Toba. Jika dibandingkan sekitar sepuluh tahun lalu, Danau Toba menjadi primadona keindahan alam Indonesia, khususnya Sumatera Utara. Saat itu hampir setiap hari tempat ini dikunjungi oleh turis luar negeri.

Faktor penyebab ketidaktertarikan wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba disebabkan hal-hal  sebagai berikut:
  1. Kurangnya promosi yang lengkap tentang Danau Toba terhadap dunia luar.
  2. Pemerintah daerah, masyarakat umum, serta para pelaku bisnis belum terkoordinasi dengan baik dan   menyeluruh dalam memberi layanan terbaik terhadap para turis.
  3. Minimnya akses dan informasi yang detail tentang berbagai hal sesaat setelah kita tiba di kota Parapat sebagai pintu gerbang kawasan Danau Toba. Misalnya informasi hotel, penyewaan sarana hiburan, biaya retribusi, hingga objek wisata lainnya di kawasan Danau Toba.
  4. Sistim retribusi dan penyewaan sarana hiburan air  belum ter- standarisasi, yang mengakibatkan ketidaknyamanan para turis.
  5. Kondisi alam Danau Toba yang menurut pengakuan para turis sudah semakin tidak terurus, termasuk air danau yang kotor akibat sampah dan tumbuhan liar.
Solusi

Langkah-langkah dalam pemecahan solusi di atas adalah sebagai berikut:

Solusi masalah 1:

Hingga saat ini, promosi Danau Toba masih memakai cara-cara lama dan belum mempunyai website sendiri. Website ini mutlak diperlukan. Sangat baik jika website Danau Toba segera direalisasikan, misalnya www.laketoba.id  atau apa saja nama yang tepat. Website dapat dibuat dengan fasilitas bilingual, Inggris - Indonesia.
 
Dengan website ini,  manfaat yang diperoleh adalah:

- Masyarakat luas hingga wisatawan mancanegara akan bisa mengakses dan mengetahui lebih detail tentang  Danau  Toba. Luasnya, fasilitasnya, kehidupan masyarakat di sekitarnya, potensi alam lainnya, hingga informasi terkini seperti pelaksanaan Pesta Danau Toba dan aneka upacara-upcara adat.

- Para turis asing yang berkeinginasn berkunjung, bisa melakukan chatting langsung dengan pengelola yang dikoordinasi pemerintah setempat melalui fasilitas YM, Skype,FB,dan lainnya. Mereka bisa menanyakan apa saja, yang menyangkut informasi penginapan, biaya-biaya kontribusi, jenis transportasi, keadaan iklim dan cuaca, hingga kondisi keamanan di kota Parapat dan kawasan Danau Toba.

- Bisa langsung memesan tiket perjalanan melalui fasilitas E-Ticket dan membooking penginapan dengan fasilitas E-Booking yang terdapat dalam website.

Solusi masalah 2:

 Untuk keperluan ini, sistim E-Goverment mutlak diperlukan, yang menyangkut:

    * VICON: Dengan fasilitas ini, Pemerintah Kota Parapat hingga Pemerintah Desa di sekitar Danau Toba dapat menyelenggarakan meeting secara berkala dan terjadwal yang menyangkut berbagai hal, seperti peningkatan pelayanan dan pemecahan solusi dalam melayani para turis.
    * E-LEARNING: Sistim ini diterapkan khususnya ke sekolah-sekolah, lembaga-lembaga kursus serta organisasi karang taruna, dan mengutamakan penguasaan bahasa asing. Tujuannya, agar masyarakat setempat bisa menjadi Tourist Guiding lokal. Dengan demikian tidak ada lagi kesalahpahaman berkomunikasi antara masyarakat dengan para turis, sekaligus menjadi pekerjaan baru bagi pemuda.
    * E-FORUM: Forum bersama antara pemerintah, masyarakat, hingga pelaku bisnis di kawasan Danau Toba. Forum ini bisa dijalankan via website dan/atau melalui siaran radio yang disiarkan setiap hari. Forum ini akan menjadi wahana diskusi tentang segala sesuatu yang menyangkut pelayanan menyeluruh terhadap para turis.
    * E-REPORT: Pemerintah kota Parapat yang menjadi pengelola, dapat menerima laporan setiap saat tentang berbagai hal, seperti perkembangan jumlah wisatawan, berasal dari daerah/negara mana, pengaduan, menerima laporan tentang keamanan para turis,hingga kondisi cuaca di Danau Toba.

Solusi Masalah 3:

  Untuk mengatasi masalah  ini, maka langkah-langkah yang diambil adalah:

- E-SERVICE by SMS: Fasilitas ini memberikan informasi lengkap tentang segala yang dibutuhkan para wisatawan. Karena bisa diakses dengan HP, layanan SMS ini sangat tepat,cepat dan aplikatif. Layanan ini akan otomatis bekerja ketika para wisatawan telah tiba di kota Parapat. HP setiap wisatawan otomatis terhubung kepada sistim,dan disapa dengan “ Welcome to Danau Toba”.  “Perintah selanjutnya, Tekan “0” utk lokasi dan booking penginapan, Tekan “1” untuk informasi biaya masuk, tekan “3” untuk fasilitas dan penyewaan kapal, speed boat,ferry, atau   tekan “4” untuk berbicara langsung dengan pengelola Danau Toba.” Layanan ini bisa di On/Off kan. Untuk mengaktifkannya hanya mengetik LAKE TOBA, kirim ke 2323.

- E- ENTERTAINMENT : Fasilitas ini akan memberi informasi tentang lokasi dan aneka jenis hiburan malam dan siang hari di kota Parapat, seperti informasi Bar, Diskotik,karaoke, hingga jadwal acara-acara dan perlombaaan di Danau Toba.

- DIGITAL SIGNANE:  Digital Signane ini  diletakkan di berbagai lokasi strategis. Digital signane akan menampilkan aneka tari-tarian tradisionil, view indah danau toba,  informasi  tentang restoran, hotel, Bank atau money changer, toko souvenir, rumah sakit, fasilitas internet, kantor polisi, tempat ibadah, hingga kantor pemerintahan.

- WIFI: Fasilitas ini sudah selayaknya diberlakukan di kawasan Danau Toba. Dengan adanya fasilitas ini, para wisatawan selain menikmati indahnya Danau Toba, juga bisa mengakses situs jejaring sosial seperti facebook dan bisa chatting dengan anggota keluarga di daerah/negaranya. Ini juga menjadi sebuah sistim promosi yang efektif. Karena mereka akan bercerita tentang Danau Toba.

Solusi Masalah 4:

E-TICKET by SMS: Ketika masuk ke kawasan Danau Toba, pertama sekali akan melewati pintu masuk. Sering terjadi pengutipan biaya retribusi yang berubah-ubah. Selain itu, jika  wisatawan menetap di kawasan ini hingga 2-3 hari, para petugas meminta biaya retribusi berulang-ulang. Untuk menghindari hal ini, maka penerapan E-Ticket dengan sms code mutlak dilakukan.  Sistim ini nanti akan mengirim data ke HP pengunjung, seperti nama, lama kunjungan, merek kendaraan beserta plat kendaraan. Jika para turis lebih 1 orang, maka dapat ditunjuk seorang sebagai penanggungjawab.

Solusi Masalah 5:

E-REPORT dan Digital Signage. Dengan banyaknya kawasan Danau yang kotor dan tidak terurus, maka pihak Pemerintah Kota yang mengelola Danau Toba akan bisa mengetahui laporan kondisi danau setiap saat. Dengan fasilitas E-Report melalui sms dari petugas patroli danau, dibantu  layanan  Digital Signane akan diperoleh informasi yang cepat dan akurat tentang berbagai lokasi danau yang kotor, sehingga cepat ditangani.

Rencana Implementasi & Teknologi Pendukung


Kerjasama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah hingga Pemerintah Kota Parapat dengan perusahaan yang sudah berpengalaman seperti Lintasarta, akan mampu mewujudkan hal ini. Sektor-sektor khusus yang menjadi target utama sudah jelas seperti paparan pada permasalahan di atas.

Dengan jarak tempuh kira-kira 4 jam dari Kota Medan, didukung dengan adanya stasiun pemancar radio dan TV di daerah Simarjarunjung yang terletak sebelum Kota Parapat ditambah dengan tower-tower yang sudah berdiri di kota Parapat, maka Digital System ini tidak terlalu sulit diwujudkan. Teknologi pendukung sudah tersedia.

Benefit

Dengan melihat uraian masalah yang dihadapi saat ini serta solusi dan benefit yang dipaparkan setiap item, maka Digital System di kota Parapat sebagai pintu gerbang Danau Toba, akan menjadikan Danau Toba kembali menjadi primadona, dan para turis akan senang berkunjung. Dengan demikian setiap pelaku bisnis dan masyarakat akan mampu mendongkrak penghasilan, serta devisa akan naik.

* Tulisan ini sedang diperlombakan dalam CSA PT Lintas Arta.
Jika berkenan, Vote Up ide ini via sms! Caranya: Ketik CSAIDEA 328 Kirim ke 9779

PAK TUA BERTAHAN DI MEDAN

Dengan mengenakan topi kumal kesayangannya, Pak Tua mengayuh sepeda yang dilengkapi dengan peralatan Tempel Ban menuju ke sebuah tempat yang menjadi tempat nongkrong para tukang becak di sekitar Pusat Pasar Simpang Limun Medan.

Di sanalah Pak Tua bekerja sebagai Tukang Tempel Ban. Di tempat pemberhentian para abang becak itu dia berharap dapat banyak pelanggan. Setiap hari ia menempel ban dengan upah rata-rata tiga ribu rupiah untuk satu ban. Tidak ada target khusus atau target minimum yang ia peroleh setiap hari. Kadang-kadang ia menempel 10 ban per hari dan bahkan tidak ada ban bocor untuk ditempel pada hari itu.

Umurnya sudah hampir 60 tahun. Dia berasal dari sebuah desa di Nusa Tenggara Timur. Di Medan ia hidup seorang diri tanpa istri, anak dan sanak saudara. Dulunya ia adalah bekas TKI ilegal ke Malaysia sekitar tahun 90-an. Tetapi ketika itu mereka diusir dan akhirnya Pak Tua sampai ke Pelabuhan di Tanjung Balai. Ia sampai ke Medan karena diajak seseorang lalu mencari nafkah dengan mengayuh becak. Becak itu adalah milik orang lain yang disewakan. Pak Tua hanya memberi setoran setiap hari.

Awalnya dia menggeluti tempel ban karena becak yang dulu ia pakai sudah rusak berat dan tidak mungkin lagi untuk diperbaiki. Kini lima belas tahun sudah Pak Tua menggeluti pekerjaan ini. Para abang becak sudah sangat kenal dan akrab dengannya.

Menurut Pak Tua, para langganannya sering memberi upah melebihi tarif. Tetapi kadang-kadang hanya dengan sebatang rokok.Walau demikian Pak Tua tetap merasa senang dan dengan hati yang gembira selalu memberi layanan terbaik untuk pelanggannya. Pak Tua semakin "terkenal" karena ia juga jagonya mengkusuk kaki yang terkilir.

Dia tidak berharap banyak dari pekerjaan ini. Dia tidak ingin menjadi seorang Toke Ban atau memiliki rumah yang besar. Dia hanya berharap bisa mengumpul biaya untuk ongkos pulang ke tanah kelahirannya di NTT. Dia sudah sangat ingin berjumpa dengan anak dan istrinya yang sudah 20 tahun ia tinggalkan.

Tetapi harapan demi harapan, impian itu tak kunjung datang. Bahkan saat ini beliau sudah melupakannya. Dia sudah lebih bahagia bercanda gurau dengan para abang becak yang menjadi teman setianya setiap hari.

image: http://kfk.kompas.com/system/files/imagecache

Blog Archive