Tulisan Terbaru

Showing posts with label lomba menulis. Show all posts
Showing posts with label lomba menulis. Show all posts

LOMBA BLOGGING IDOL PEWARTA WARGA HOKI 2012: APA SIH UNTUNGNYA MENJADI PEWARTA WARGA ITU?

Pesatnya pertumbuhan media online seperti situs pewarta warga, sosial media, situs jejaring sosial, dan forum-forum online sekarang ini semakin memudahkan kita memperoleh berbagai informasi penting dan aktual. Media-media online itu telah menjadi sumber informasi tercepat yang bisa diakses kapan dan dimana saja. Selain sebagai sumber informasi, media ini juga menjadi wadah bagi orang-orang yang ingin mengirim aneka berita, opini, video, foto, dan berbagai jenis informasi lainnya.

Segala bentuk informasi yang tersedia di berbagai media online itu umumnya berasal dari kontribusi jurnalis - jurnalis berpengalaman. Mereka telah banyak menghasilkan karya-karya besar dalam dunia jurnalistik. Tulisan yang mereka suguhkan pun sangat menarik dengan gaya bahasa dan penulisan yang unik dan rapi.

Namun demikian, dengan semakin terbukanya ruang kebebasan untuk mengeluarkan pendapat, saat ini sumber berita dalam media itu tidak lagi hanya didominasi para jurnalis-jurnalis berpengalaman. Masyarakat awam pun sudah bisa dan telah banyak memberikan kontribusi terhadap media-media tersebut. Walau mereka tidak pernah mengecap pendidikan jurnalis dengan segala tips dan etika penulisan, tetapi mereka mampu mengirim berita-berita atau opini yang tak kalah menariknya. Mereka inilah yang disebut pewarta warga (citizen journalist).

Dalam menulis berita, seorang pewarta warga juga berperan seperti wartawan yang terjun ke lapangan untuk  mengumpulkan segala informasi yang dibutuhkan. Informasi-informasi itu kemudian dikemas dalam bentuk tulisan yang siap dikirim. Selain mengirim ke media-media online lainnya,  pewarta warga juga banyak yang memiliki blog. Blog pribadi mereka ini juga menjadi media bagi mereka untuk   mempublikasikan berita atau tulisan-tulisannya yang langsung tayang saat itu juga.

Saat ini sudah banyak media yang menyadari pentingnya keberadaan pewarta warga.  Terbukti media-media tersebut telah memberi halaman khusus bagi mereka. Halaman inilah sebagai tempat mempublikasikan segala even, peristiwa, liputan-liputan dan opini-opini atau artikel para pewarta warga.

Namun demikian, disela-sela kesempatan yang diberikan kepada masyarakat untuk menulis dan mengeluarkan pendapat, masih banyak orang yang tidak tertarik dan enggan menekuni aktivitas ini. Selain alasan tulisan atau berita yang dikirim tidak diberi honor, mereka juga menganggap pewarta warga itu hanya menyita waktu. Ada juga yang khawatir bahwa pewarta warga itu penuh resiko saat meliput berita dan bisa-bisa ditangkap karena menyuarakan ketidakadilan seperti yang terjadi di negara lain. Bahkan tidak sedikit beranggapan segala berita yang dikirimkan itu hanya untuk menguntungkan pihak  media bersangkutan. Intinya, mereka menganggap menjadi pewarta warga itu  tidak ada untungnya! 

Melihat tanggapan-tanggapan di atas, ada baiknya kita perlu meninjau  apa sebenarnya faktor-faktor  yang memotivasi seseorang menjadi pewarta warga. Menurut pendapat penulis sendiri, seorang pewarta warga mungkin saja termotivasi untuk lebih mengasah keterampilan menulisnya. Mungkin juga karena hobi. Ada juga yang termotivasi agar namanya semakin dikenal publik sebagai penulis berita atau opini.  Ada yang termotivasi ingin menyuarakan berbagai ketidakadilan yang ia jumpai. Bahkan mungkin juga ada yang termotivasi suatu saat akan memperoleh uang atau honor dari tulisannya.

Sesuai judul tulisan ini, penulis kembali mencoba memberi pendapat bahwa keuntungan sebagai pewarta warga itu sudah pasti ada. Setidaknya ia akan merasa terpuaskan ketika “kata hatinya” bisa dibaca orang lain. Kepuasan batin juga akan didapat dengan adanya pujian melalui komentar-komentar pembaca. Bukan hanya itu saja!  Keuntungan yang lebih besar sebagai pewarta warga itu bisa kita lihat sebagai berikut:

Pertama, seorang pewarta warga akan semakin terlatih dan terampil menulis. Dengan gaya tulisan yang menarik, ia akan mampu mengisi ruang artikel atau opini di berbagai surat kabar atau majalah. Dengan demikian ia akan dikenal dan setiap tulisannya akan dihargai dengan honor.

Kedua, seorang  pewarta warga itu akan selalu memiliki pengetahuan lebih dari orang lain. Karena saat menulis, mereka akan mencari dan membaca sumber informasi sebanyak-banyaknya.

Ketiga, dengan blog yang dimiliki, blognya pun akan semakin terkenal dan banyak penggemar. Inilah kesempatan untuk monetizing blog dengan mengikuti berbagai bisnis online atau menyediakan space iklan di blognya untuk disewa orang lain.

Keempat, seorang pewarta warga itu akan selalu berpikiran tenang dan jauh dari stress. Karena  segala hal yang mengganjal di benaknya bisa dibagikan ke orang lain melalui blog atau media warga lainnya.

Kelima, seorang pewarta warga itu akan selalu disenangi karena  memberikan informasi-informasi penting dan sangat berguna bagi masyarakat.

Keenam, seorang pewarta warga itu bisa menjadi pembicara di berbagai pelatihan atau seminar dengan berbagi pengalaman menulis dan pengalaman-pengalaman menarik lainnya.

Dengan poin-poin di atas, seorang pewarta warga akan berpeluang besar menjadi seorang penulis artikel, penulis buku, pebisnis, pembicara, dan berbagai hal-hal yang menguntungkan. Bukan hanya untuk dirinya sendiri tapi juga bagi orang lain. Semoga!





DIGITAL SYSTEM CONCEPT DI KOTA TURIS PARAPAT

 Vote Up ide ini via sms! Caranya: Ketik CSAIDEA 328 Kirim ke 9779

Latar Belakang
Parapat sebagai pintu gerbang menuju Danau Toba memiliki tantangan besar agar mampu menjadi kota turis yang siap melayani setiap wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba. Kota ini harus bisa berbenah dan menyiapkan diri dalam menyambut para turis  yang ingin menikmati indahnya Danau Toba.

Jika melihat kondisi saat ini, terutama sepuluh tahun terakhir, Danau Toba semakin kurang diminati. Untuk mengatasi hal ini dibutuhkan sebuah sistim layanan terpadu, menyeluruh dan terkoordinasi dengan baik antara pemerintah setempat,  masyarakat, pemuda, serta pelaku bisnis di daerah ini. Konsep Digital System sangat sesuai untuk kota ini dalam peningkatan arus wisatawan ke Danau Toba.

Lingkup permasalahan

Masalah yang dihadapi saat ini adalah minimnya kunjungan wisatawan asing dan domestik ke Danau Toba. Jika dibandingkan sekitar sepuluh tahun lalu, Danau Toba menjadi primadona keindahan alam Indonesia, khususnya Sumatera Utara. Saat itu hampir setiap hari tempat ini dikunjungi oleh turis luar negeri.

Faktor penyebab ketidaktertarikan wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba disebabkan hal-hal  sebagai berikut:
  1. Kurangnya promosi yang lengkap tentang Danau Toba terhadap dunia luar.
  2. Pemerintah daerah, masyarakat umum, serta para pelaku bisnis belum terkoordinasi dengan baik dan   menyeluruh dalam memberi layanan terbaik terhadap para turis.
  3. Minimnya akses dan informasi yang detail tentang berbagai hal sesaat setelah kita tiba di kota Parapat sebagai pintu gerbang kawasan Danau Toba. Misalnya informasi hotel, penyewaan sarana hiburan, biaya retribusi, hingga objek wisata lainnya di kawasan Danau Toba.
  4. Sistim retribusi dan penyewaan sarana hiburan air  belum ter- standarisasi, yang mengakibatkan ketidaknyamanan para turis.
  5. Kondisi alam Danau Toba yang menurut pengakuan para turis sudah semakin tidak terurus, termasuk air danau yang kotor akibat sampah dan tumbuhan liar.
Solusi

Langkah-langkah dalam pemecahan solusi di atas adalah sebagai berikut:

Solusi masalah 1:

Hingga saat ini, promosi Danau Toba masih memakai cara-cara lama dan belum mempunyai website sendiri. Website ini mutlak diperlukan. Sangat baik jika website Danau Toba segera direalisasikan, misalnya www.laketoba.id  atau apa saja nama yang tepat. Website dapat dibuat dengan fasilitas bilingual, Inggris - Indonesia.
 
Dengan website ini,  manfaat yang diperoleh adalah:

- Masyarakat luas hingga wisatawan mancanegara akan bisa mengakses dan mengetahui lebih detail tentang  Danau  Toba. Luasnya, fasilitasnya, kehidupan masyarakat di sekitarnya, potensi alam lainnya, hingga informasi terkini seperti pelaksanaan Pesta Danau Toba dan aneka upacara-upcara adat.

- Para turis asing yang berkeinginasn berkunjung, bisa melakukan chatting langsung dengan pengelola yang dikoordinasi pemerintah setempat melalui fasilitas YM, Skype,FB,dan lainnya. Mereka bisa menanyakan apa saja, yang menyangkut informasi penginapan, biaya-biaya kontribusi, jenis transportasi, keadaan iklim dan cuaca, hingga kondisi keamanan di kota Parapat dan kawasan Danau Toba.

- Bisa langsung memesan tiket perjalanan melalui fasilitas E-Ticket dan membooking penginapan dengan fasilitas E-Booking yang terdapat dalam website.

Solusi masalah 2:

 Untuk keperluan ini, sistim E-Goverment mutlak diperlukan, yang menyangkut:

    * VICON: Dengan fasilitas ini, Pemerintah Kota Parapat hingga Pemerintah Desa di sekitar Danau Toba dapat menyelenggarakan meeting secara berkala dan terjadwal yang menyangkut berbagai hal, seperti peningkatan pelayanan dan pemecahan solusi dalam melayani para turis.
    * E-LEARNING: Sistim ini diterapkan khususnya ke sekolah-sekolah, lembaga-lembaga kursus serta organisasi karang taruna, dan mengutamakan penguasaan bahasa asing. Tujuannya, agar masyarakat setempat bisa menjadi Tourist Guiding lokal. Dengan demikian tidak ada lagi kesalahpahaman berkomunikasi antara masyarakat dengan para turis, sekaligus menjadi pekerjaan baru bagi pemuda.
    * E-FORUM: Forum bersama antara pemerintah, masyarakat, hingga pelaku bisnis di kawasan Danau Toba. Forum ini bisa dijalankan via website dan/atau melalui siaran radio yang disiarkan setiap hari. Forum ini akan menjadi wahana diskusi tentang segala sesuatu yang menyangkut pelayanan menyeluruh terhadap para turis.
    * E-REPORT: Pemerintah kota Parapat yang menjadi pengelola, dapat menerima laporan setiap saat tentang berbagai hal, seperti perkembangan jumlah wisatawan, berasal dari daerah/negara mana, pengaduan, menerima laporan tentang keamanan para turis,hingga kondisi cuaca di Danau Toba.

Solusi Masalah 3:

  Untuk mengatasi masalah  ini, maka langkah-langkah yang diambil adalah:

- E-SERVICE by SMS: Fasilitas ini memberikan informasi lengkap tentang segala yang dibutuhkan para wisatawan. Karena bisa diakses dengan HP, layanan SMS ini sangat tepat,cepat dan aplikatif. Layanan ini akan otomatis bekerja ketika para wisatawan telah tiba di kota Parapat. HP setiap wisatawan otomatis terhubung kepada sistim,dan disapa dengan “ Welcome to Danau Toba”.  “Perintah selanjutnya, Tekan “0” utk lokasi dan booking penginapan, Tekan “1” untuk informasi biaya masuk, tekan “3” untuk fasilitas dan penyewaan kapal, speed boat,ferry, atau   tekan “4” untuk berbicara langsung dengan pengelola Danau Toba.” Layanan ini bisa di On/Off kan. Untuk mengaktifkannya hanya mengetik LAKE TOBA, kirim ke 2323.

- E- ENTERTAINMENT : Fasilitas ini akan memberi informasi tentang lokasi dan aneka jenis hiburan malam dan siang hari di kota Parapat, seperti informasi Bar, Diskotik,karaoke, hingga jadwal acara-acara dan perlombaaan di Danau Toba.

- DIGITAL SIGNANE:  Digital Signane ini  diletakkan di berbagai lokasi strategis. Digital signane akan menampilkan aneka tari-tarian tradisionil, view indah danau toba,  informasi  tentang restoran, hotel, Bank atau money changer, toko souvenir, rumah sakit, fasilitas internet, kantor polisi, tempat ibadah, hingga kantor pemerintahan.

- WIFI: Fasilitas ini sudah selayaknya diberlakukan di kawasan Danau Toba. Dengan adanya fasilitas ini, para wisatawan selain menikmati indahnya Danau Toba, juga bisa mengakses situs jejaring sosial seperti facebook dan bisa chatting dengan anggota keluarga di daerah/negaranya. Ini juga menjadi sebuah sistim promosi yang efektif. Karena mereka akan bercerita tentang Danau Toba.

Solusi Masalah 4:

E-TICKET by SMS: Ketika masuk ke kawasan Danau Toba, pertama sekali akan melewati pintu masuk. Sering terjadi pengutipan biaya retribusi yang berubah-ubah. Selain itu, jika  wisatawan menetap di kawasan ini hingga 2-3 hari, para petugas meminta biaya retribusi berulang-ulang. Untuk menghindari hal ini, maka penerapan E-Ticket dengan sms code mutlak dilakukan.  Sistim ini nanti akan mengirim data ke HP pengunjung, seperti nama, lama kunjungan, merek kendaraan beserta plat kendaraan. Jika para turis lebih 1 orang, maka dapat ditunjuk seorang sebagai penanggungjawab.

Solusi Masalah 5:

E-REPORT dan Digital Signage. Dengan banyaknya kawasan Danau yang kotor dan tidak terurus, maka pihak Pemerintah Kota yang mengelola Danau Toba akan bisa mengetahui laporan kondisi danau setiap saat. Dengan fasilitas E-Report melalui sms dari petugas patroli danau, dibantu  layanan  Digital Signane akan diperoleh informasi yang cepat dan akurat tentang berbagai lokasi danau yang kotor, sehingga cepat ditangani.

Rencana Implementasi & Teknologi Pendukung


Kerjasama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah hingga Pemerintah Kota Parapat dengan perusahaan yang sudah berpengalaman seperti Lintasarta, akan mampu mewujudkan hal ini. Sektor-sektor khusus yang menjadi target utama sudah jelas seperti paparan pada permasalahan di atas.

Dengan jarak tempuh kira-kira 4 jam dari Kota Medan, didukung dengan adanya stasiun pemancar radio dan TV di daerah Simarjarunjung yang terletak sebelum Kota Parapat ditambah dengan tower-tower yang sudah berdiri di kota Parapat, maka Digital System ini tidak terlalu sulit diwujudkan. Teknologi pendukung sudah tersedia.

Benefit

Dengan melihat uraian masalah yang dihadapi saat ini serta solusi dan benefit yang dipaparkan setiap item, maka Digital System di kota Parapat sebagai pintu gerbang Danau Toba, akan menjadikan Danau Toba kembali menjadi primadona, dan para turis akan senang berkunjung. Dengan demikian setiap pelaku bisnis dan masyarakat akan mampu mendongkrak penghasilan, serta devisa akan naik.

* Tulisan ini sedang diperlombakan dalam CSA PT Lintas Arta.
Jika berkenan, Vote Up ide ini via sms! Caranya: Ketik CSAIDEA 328 Kirim ke 9779

Blog Archive