Tulisan Terbaru

Showing posts with label tempat wisata. Show all posts
Showing posts with label tempat wisata. Show all posts

Sejarah Patung Kristus Penebus di Rio de Janeiro

Patung Kristus Penebus (Christ the Redeemer ) yang terletak di Rio de Janeiro Brasil yang hingga saat ini sangat ramai dikunjungi wisatawan adalah sebagai simbol Kristen negara dan lambang kedamaian rakyat Brazil. Patung ini terpilih sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia modern. 

Sejarah pembangunan patung ini dimulai pada abad XVI dengan memilih puncak Corcovado sebagai tempat peletakan patung karena puncak tersebut menyerupai punuk atau bungkuk serta terlihat dari berbagai sudut kota-kota di Brazil. Pada tahun 1922, pada hari kemerdekaan Brasil rencana pekerjaan patung dimulai dengan kempanye besar-besaran dalam penggalangan dana nasional untuk pekerjaan ini. Akhirnya pada tahun 1927, pembangunan patung itu dimulai. Desain akhir dari monumen itu ditulis oleh seniman Carlos Oswald baik dan Pematung Perancis Paul Landowski ditempatkan bertugas melaksanakan patung. 

Semua bahan yang diperlukan serta tenaga kerja  yang berpartisipasi dalam pembangunan patung Kristus diangkut ke Corcovado oleh kereta api yang menghubungkan jalan Cosme Velha, yang saat ini berfungsi sebagai kereta wisata ke atas. Inilah kereta api pertama yang bekerja dengan tenaga listrik di Brazil.

Patung Kristus Penebus ini terbuat dari beton bertulang dan soapstone. Tingginya 38 meter (120 kaki) (termasuk alas), berat 700 ton, dan terletak di puncak dari 709 meter (2.300 kaki) Corcovado gunung di Taman Nasional Hutan Tijuca menghadap kota . Ini adalah yang tertinggi dari jenisnya di dunia.

Tanggal 12 Oktober 1931, patung ini selesai dan diresmikan. Sampai saat ini, proses pembangunannya tetap diutamakan seperti pemasangan lampu-lampu di sekitar patung, pembangunan lift panorama serta penambahan tangga bermotor untuk mengatasi kesulitan bagi orang tua dan orang difable, karena  diperlukan 220 langkah untuk sampai ke puncak. Pembangunannya berlangsung sekitar lima tahun.

DANAU TOBA, SAYA AKAN DATANG KEMBALI

Ketika berkunjung ke daerah wisata Danau Toba, satu hal yang paling menonjol sebelum kita berkeliling menikmati indahnya Danau ini adalah kesibukan para penduduk setempat dalam “berbisnis” dengan menawarkan aneka jualan berupa souvenir, makanan, dan menawarkan jasa penyewaan kapal, speedboat atau sepeda air (“bebek besar”) kepada para turis yang berkunjung.

Dengan pakaian ala kadarnya serta bahasa Indonesia yang belum fasih, alias campur - campur dengan bahasa Batak sebagai bahasa penduduk asli daerah ini, mereka menawarkan setiap jasa atau dagangannya. Bukan hanya itu saja, dengan kemampuan bahasa Inggris yang seadanya mereka berani menyapa para turis asing tanpa rasa minder.

Sambil berbahasa Inggris yang dicampur dengan gerakan tubuh, mereka menyambut para turis asing dengan berucap, “Welcome to Lake Toba, Mister.”  “We can ( sambil memutar-mutar tangannya ) in lake toba by boat” ( maksudnya mengajak turis berkeliling Danau Toba naik boat). Ada juga yang menawarkan penginapan atau hotel dengan mengucap, “You can sleep in my best hotel and not much money.” (membilangkan harganya murah). 
Dalam setiap obrolan tersebut,  walau bahasanya tampak "amburadul", mereka tetap berusaha bersikap sesopan mungkin dengan selalu mengucapkan kata “ hello mister atau hello madamdi awal pembicaraan. Ada juga penduduk yang ingin foto bareng dengan mengatakan, “Come on Mister, (sambil membuat adegan memotret) with me, please!”.

Danau Toba sebagai salah satu danau terbesar di dunia yang merupakan tempat wisata utama di Sumatera Utara tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita bahkan bagi sebagian besar turis mancanegara. Dengan keindahan  alam yang indah, jejeran bukit batu yang kokoh dan hamparan air yang tenang tempat  ini akan selalu membawa kenangan indah bagi setiap orang yang pernah berkunjung.

Adegan yang menarik bagi saya selama liburan Desember tahun 2009 lalu ke daerah ini  adalah keberanian masyarakat sekitar Danau Toba menegur para turis dengan kemampuan bahasa Inggrisnya yang pas-pasan. Mereka ngobrol-ngobrol dengan para turis tentang apa saja, dan si turis pun tampak  manggut-manggut dan coba memahami pembicaraan tersebut.

Saya masih sempat mendengar pembicaraan antara seorang pemuda dengan para turis. “Hi Mister, can You (sambil tangan digerakkan seperti orang main gitar) gitar?”. “Sing a songlah ya,Oke?” si turis tampak tersenyum dan paham maksud pemuda tadi dan langsung ikut bernyanyi. Lain lagi seorang penjual Tunggal Panaluan ( sebuah tongkat yang diukir berbentuk manusia dan dipercaya sebagai tongkat ajaib). “This is one hundred years old Sir, please buy only 5000 dollars.” si turis hanya mengucap “thank you.” Demikian juga dengan tukang ojek. Dia mengatakan,  “Hello, can I (sambil mutar-mutar tangannya dan menunjuk ke arah motornya) bring you?” “Only ( juga menunjukkan ke sepuluh jari tangannya) ten dollars”. si turis tersenyum-senyum saja dan “thank you”. Sungguh sebuah adegan yang menggelikan di sela-sela menikmati liburan di Danau Toba dan membuat saya tertarik untuk berkunjung kembali.

Blog Archive