Tulisan Terbaru

Showing posts with label inspirational story. Show all posts
Showing posts with label inspirational story. Show all posts

Selamat Tinggal Masa Lalu


PieterSilitonga - Tidak seperti biasanya, walau malam sudah larut, namun tatapan kedua mata masih melotot saja di depan laptop sambil browsing artikel motivasi dan inspirasi yang selalu menjadi pilihan utama saat online. Tidak lupa juga berselancar di layanan video youtube mencari video-video inspirasi sembari mendengar lagu-lagu jadul. Satu hal yang aku suka dari sebuah  lagu jadul adalah karena mampu membawa suasana akan kisah-kisah masa lalu.

Tiba-tiba saja saya berhenti  dilagunya five minutes dengan “salam terakhir-nya”.  “Slamat tinggal masa lalu, aku kan melangkah…” Ehmm lagu ini tiba-tiba membawa anganku melayang ke masa lalu. Walau lagu ini bertema cinta, namun lebih dari itu, lagu ini membawaku terbayang akan kisah-kisah masa lalu. Ada suka, duka, canda, tawa, tangis dan lainnya yang membuatku terkenang dan mengingat segalanya.

Berbicara tentang masa lalu, semua orang pasti mengalaminya. Masa lalu bisa menjadi cambuk dan pemicu untuk melangkah maju ke depan. Jika masa lalu penuh dengan kenangan pahit, tentunya kita tidak ingin mengalaminya kembali dan selalu berusaha agar tidak terulang lagi. 

Mungkin banyak diantara pembaca yang mengalami masa lalu yang sangat menyakitkan dan penuh liku. Katakan saja saat menghadapi berbagai aktivitas dalam hidup. Baik dalam menuntut ilmu, percintaan, pekerjaan dan lainnya. Banyak yang tak sanggup melaluinya dan menyerah. Bahkan hingga sekarang kita sering dihantui masa lalu yang akhirnya mengganggu segala aktivitas.

Namun, apapun itu yang terjadi di masa lalu, hendaknya menjadi titik tolak untuk siap melangkah ke depan. Wajar jika kita kadang sedih mengingat masa lalu itu. Namun dengan sebuah tekad yang kuat dan menyadari perjalanan hidup yang masih panjang, biarlah  masa lalu itu tinggal dan tak kembali.

Jika Sobat pernah berada di masa lalu yang menyakitkan, inilah saatnya untuk melupakannya! Jangan pernah tenggelam dan hanyut dengannya. Mari jelang  hari esok yang lebih baik yang luas membentang. Bukankah semuanya akan menjadi  indah dan baik ketika kita bertekad untuk tidak mengingatnya dan siap meninggalkan masa lalu yg penuh kepahitan itu?


email: piter_centre{at}yahoo.com

image: www.thelandoflove.com


TERNYATA TUHAN TIGA KALI DATANG MALAM INI

Alkisah seorang wanita yang hidup sendiri dan sangat miskin. Namun demikian, ia sangat setia kepada Tuhan dan setiap hari selalu berdoa agar  diberi makan dan minum secukupnya. Ia sangat percaya bahwa Tuhanlah selama ini yang memberi makanan dalam hidupnya.

Suatu malam ia berdoa dan mengundang Tuhan agar makan malam di rumahnya. Tuhan pun menjawab doanya dan akan singgah ke rumah wanita itu.

Dengan hati suka cita, wanita itu pergi membeli makanan dengan uang apa adanya yang ia miliki. Ia membeli makanan ‘lezat” untuk menyenangkan Tuhan. Pulang ke rumah, wanita itu menyiapkan hidangan di meja makan. Ia pun menunggu “Sang Tamu” terhormatnya malam ini.  Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu. Wanita itu segera membuka pintu. Ia melihat seorang lelaki pengemis tua ingin meminta makan. Tanpa pikir panjang, wanita itu mempersilahkan lelaki tua masuk dan memberikannya makan. Si pengemis menghabiskan semua makanan lezat itu tanpa sisa. Setelah itu ia pun pamit.

Wanita itu terlihat sedikit kecewa. Ia bergegas mengambil dompetnya lalu pergi ke pasar dan membeli makanan untuk tamu khususnya malam ini. Namun karena uangnya tidak cukup lagi membeli makanan yang lezat, wanita itu hanya membeli makanan ala kadarnya. Ia segera menyiapkan makanan itu dan menunggu tamunya.

Tidak berapa lama ada ketukan keras di pintu. Kali ini adalah seorang wanita tua, ompong, tuli dengan nada bicara yang keras dan agak kasar. Dia langsung minta makan tanpa rasa hormat. Wanita itu tetap menawarinya duduk di meja dan memberinya makan. Setelah selesai makan, wanita tua itu langsung pergi tanpa pamit dan menutup pintu dengan keras. 

Malam semakin gelap dan di luar hujan mulai turun. Ia sangat bingung karena makanan untuk tamu istimewanya sudah habis. Namun ia tidak menyerah. Ia bergegas keluar dan membawa mangkuk perak miliknya. Mangkuk cantik  itu adalah peninggalan sang suami yang sudah lama meninggal akibat perang. Ia menjual mangkuk itu dan uangnya dibelikan makanan. 

Malam sudah larut. Namun dengan setia ia tetap mempersiapkan makanan untuk tamunya. Kembali ada ketukan di pintu. Ia menahan napas dan perlahan-lahan membukanya. Ia melihat seorang anak remaja perempuan cacat dengan pakaian koyak dan rambut yang tidak terurus dan badannya kurus kering. Anak itu minta makan. Wanita itu tak bisa berbuat apa-apa dan tetap memberi anak itu makan. Setelah tamunya yang terakhir pergi, wanita itu sangat sedih. Ia sudah berjanji untuk memberi makan Tuhan, tapi sekarang ia sudah tidak punya apa-apa lagi.

Wanita itu menangis dan berlutut. Dia merasa sangat bersalah karena memberi makanan untuk orang lain yang seharusnya untuk Tuhan. Dia bersujud dan minta pengampunan serta bertanya kenapa Tuhan tidak datang malam ini seperti janjiNya.

Namun tiba-tiba ada tangan yang  menyentuh wanita itu dan dibimbing untuk berdiri dari sujudnya. Ternyata Tuhan yang menjadi tamunya telah datang dan berkata,  "AnakKu, Aku telah menikmati makananmu sampai tiga kali malam ini dan kamu selalu menyambutku dengan ketulusan hati walau kamu tidak punya apa-apa.”

TULISLAH ITU DI ATAS PASIR


Sakit hati! Tak seorang pun yang bisa luput darinya. Walau perasaan ini sangat sulit diungkapkan, namun sakit hati bisa berakibat amarah, pedih, sedih, bahkan dendam bagi yang mengalaminya.

Ketika seseorang tersakiti, kadang sangat sulit baginya untuk memaafkan orang yang melakukannya.

Pun demikian, masih banyak yang mampu menahan diri dan menerima rasa sakit hati itu dengan lapang dada walau perasaan sudah sempat ‘terkoyak’ seperti cerita dua sahabat berikut yang salah satunya tetap mampu menahan sakit hati atas perbuatan sahabat dekatnya.
--------
Dua sahabat sedang berjalan melalui gurun pasir. Mereka saling bercanda dan  tertawa yang menggambarkan bagaimana mereka saling memahami dan mengerti.

Tanpa lelah dan haus, mereka terus menelusuri keringnya gurun dan berdiskusi tentang apa saja. Tetapi entah kenapa, mereka tiba-tiba beda pendapat dan bertengkar adu mulut. Saat pertengkaran itu, salah satu temannya menampar wajah teman yang satu lagi. Teman yang mendapat tamparan itu hanya diam dan tidak mengucapkan sepatah kata pun. Ia hanya menuliskan di atas pasir di gurun itu dengan kalimat “Hari ini teman terbaikku menampar wajahku.”

Mereka terus berjalan sampai mereka menemukan sebuah oasis. Disana mereka memutuskan untuk mandi. Namun tiba-tiba teman yang ditampar tadi terjebak dalam lumpur dan tubuhnya mulai tenggelam dan semakin terperosok dalam lumpur. Melihat kejadian itu, temannya yang menampar tadi tanpa pikir panjang langsung menolong dan berhasil menyelamatkan nyawa temannya dari isapan lumpur.

Setelah nyawanya berhasil diselamatkan, teman tadi pun menulis di atas sebuah batu  "Hari ini teman terbaikku menyelamatkan hidupku.”

Teman yang telah menampar dan menyelamatkan sahabatnya bertanya kepadanya, "Setelah aku menyakitimu, kamu menulisnya di pasir, tapi sekarang saat aku menyelamatkanmu, kamu menulisnya di atas batu, kenapa?"

Teman yang ditampar tadi menjawab, "Ketika seseorang menyakitimu, tuliskanlah itu di pasir, agar angin pengampunan dapat menghapusnya dari pandangan. Tapi, ketika seseorang melakukan sesuatu yang baik bagimu, ukirlah itu di batu dimana angin tidak akan pernah dapat menghapusnya dan selalu bisa dikenang."

WRITE YOUR HURTS IN THE SAND, AND FORGET THEM. 
BUT CARVE YOUR BENEFITS IN STONE, TO BE REMEMBERED

image: http://stockfresh.com



SAAT-SAAT TERAKHIR YANG PENUH MAKNA

Tiba-tiba saja saya teringat akan sebuah sumber bacaan beberapa bulan lalu, di sana ada dua kisah nyata mengharukan yang menggambarkan ketulusan cinta sepasang burung dan indahnya persahabatan dua ekor anjing. 

Tetapi kisah cinta dan persahabatan yang indah itu harus berakhir dengan tragis. Kisah cinta dua ekor burung diakhiri ketika sang burung betina tertabrak mobil. Si jantan berusaha menolong kekasihnya dengan menggerakkan paruh dan sayapnya serta berusaha menghibur si betina dengan mengepak-ngepakkan sayapnya, seakan berkata,” jangan tinggalkan daku.”

Dengan kesedihan yang dalam, burung jantan memperhatikan betinanya meregang nyawa. Dengan sisa-sisa napas sang betina, si jantan tampak menyerah dan hanya bisa menatap dengan berkicau sekuat-kuatnya hingga betinanya menghembuskan napas terakhir. Si jantan begitu terpukul dan menjerit sekuat-kuatnya. Ia kehilangan dan dirundung kesedihan yang dalam.Ia pun pergi terbang tinggi ke angkasa. 

Demikian juga dengan persahabatan dua ekor anjing, ketika sedang asyIk bermain, tiba-tiba salah satunya mati tertabrak mobil. Sahabatnya datang menolong. Dengan menggunakan kakinya, anjing tersebut berusaha membangunkan temannya. Dia terus berusaha mendorong temannya yg telah mati ke sisi lain dari jalan, tetapi dia terlalu lemah untuk melakukan itu. Ketika orang-orang mau menolongnya, dia menyalak, mengusir mereka yg mendekati temannya yg telah mati. Walaupun lalulintas padat, dia tetap tidak mau menjauh dari sahabatnya. 

Banyak orang yg menyaksikan kejadian dan sangat terharu, bagaimana seekor anjing bisa menunjukan kesetiaan terhadap temannya. 

Sobat pembaca, dalam hidup yang penuh dinamika, kadang-kadang sebuah hubungan cinta atau persahabatan bisa berakhir tiba-tiba. Semuanya akan membawa kesedihan dan luka yang dalam. Ketika saat-saat itu tiba, kita hanya bisa pasrah.

Namun demikian, sungguh sangat mulia ketika seorang sahabat mengalami keterpurukan dan membutuhkan pertolongan, kita tetap berusaha memberikan sumbangsih untuk menolongnya.

Seperti kisah di atas, bahkan saat-saat terakhir pun makhlkuk-makluk tersebut masih berusaha menolong kekasih atau sahabatnya walau semuanya di luar kemampuannya. 

Postingan ini bukan untuk mengajak kita menolong melebihi kemampuan, tetapi setidaknya menunjukkan pengorbanan bagi orang-orang yang kita cintai. Inilah saat-saat terakhir yang penuh makna.

MAKNA SEBUAH LEMPARAN BATU BATA

Cerita ini saya peroleh dari sebuah inspirational story edisi bahasa Inggris yang bagi saya  begitu menarik dan menyentuh. Dengan alasan itu, saya coba terjemahkan walau hasilnya pas-pasan dan di post di blog ini. Mudah-mudahan cerita ini juga bisa menginspirasi sobat pembaca sekalian. Yuk kita ikuti.

Sekitar sepuluh tahun yang lalu, seorang eksekutif muda yang sangat sukses bernama Josh sedang melakukan perjalanan menyusuri jalan di Chicago. Dia mengendarai mobil jaguar terbaru yang masih dua bulan ia beli.

Saat mengendara, ia melihat banyak anak-anak bermain hingga ke tengah jalan. Ia memperlambat mobilnya sambil membunyikan klakson untuk menghindari kecelakaan. Ia kembali  meneruskan perjalanan dengan kecepatan lumayan. Tiba-tiba sebuah batu bata melayang dan langsung menghantam pintu mobil jaguarnya hingga penyok. 

Ia langsung menghentikan mobilnya dan turun untuk melihat arah batu bata tadi. Akhirnya ia menemukan seorang anak dan menangkapnya. Josh berteriak dan sangat marah pada anak itu. "Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu melempar mobil baru saya?” ucap Josh dengan sangat marah. “Itu Jaguar baru saya, akan dikenakan biaya banyak untuk memperbaikinya, kamu tahu?” ucap Josh dengan berang.

 "Tolong Tuan, saya minta maaf!  Aku tidak tahu harus berbuat apa lagi!" pinta anak itu. "Aku melemparkan batu bata itu karena tidak ada orang lain yang akan berhenti!" ucap anak itu pilu dan air mata tampak menetes di pipinya. "Itu saudara saya Tuan," katanya. "Dia berguling dari tepi jalan dan jatuh dari kursi rodanya dan aku tidak bisa mengangkatnya,” ucapnya dengan memelas. Anak itu pun minta tolong ke Josh, "Maukah Anda membantu saya mengangkatnya kembali ke kursi rodanya? Dia terluka dan terlalu berat bagi saya." Ucap anak itu sambil menangis.

Mendengar ucapan anak tadi, Josh terdiam dan dengan suka rela ia mengangkat anak muda itu kembali ke kursi rodanya. Ia juga mengeluarkan sapu tangannya dan membersihkan kotoran serta luka di tubuh anak muda itu.  Kemudian anak itu dan saudaranya yang duduk di kursi roda pergi. Josh terpaku dan mengamati mereka berjalan di sepanjang trotoar menuju rumah mereka.

Josh kembali melanjutkan perjalanannya dengan jaguar baru miliknya. Hingga sekarang Josh tidak pernah memperbaiki pintu samping Jaguarnya yang lecet akibat lemparan anak tadi. Josh membiarkannya penyok untuk selalu mengingatkan dia agar tidak menjalani hidup serba cepat dan super sibuk. 

Dengan adanya lemparan batu bata itu, ia menyadari masih banyak orang di luar sana meminta pertolongan tetapi tidak ada yang memperdulikan. Lemparan batu bata itu mengingatkannya tentang arti hidup yang lebih peduli dan bersikap toleran dalam menjalankan hidupnya.

Blog Archive