Tulisan Terbaru

Showing posts with label bahan-bahan kimia. Show all posts
Showing posts with label bahan-bahan kimia. Show all posts

Nikmati Anggur Dalam Sekejab Dengan Miracle Machine



Bagi Anda penggemar anggur (wine), tidak perlu lagi repot-repot harus memesan anggur ke tempat lain saat Anda berada di sebuah tempat yang tidak ada menjual atau tidak memiliki persediaan anggur.

Sebuah penemuan teknologi terbaru telah hadir untuk memenuhi keinginan Anda. Penemuan ini memungkinkan air biasa mampu diubah menjadi minuman anggur atau wine. Dengan hanya perlu menambahkan sejumlah bahan lain, wine idaman pun akan terwujud dalam waktu tiga hari.

Alat ajaib ini dinamakan The Miracle Machine yang diklaim membutuhkan biaya yang cukup murah dalam pembuatan anggur. Gambaran rata - rata biaya normal untuk membuat wine ini hanya membutuhkan dana sekitar USD 20 atau sekitar Rp 227 ribuan.

Alat ini berbentuk seperti bejana yang umum digunakan dalam laboratorium kimia. Mesin ini memiliki semacam bilik fermentasi yang merupakan tempat untuk mengubah campuran air, sari anggur, ragi dan finishing powder menjadi wine. Bilik ini memiliki sensor, transducer, pemanas dan pompa untuk menyediakan lingkungan yang cocok untuk tahapan fermentasi primer dan sekunder hingga terbentuk anggur.

Salah satu yang paling menarik, selain alat ini, para developer juga membuat sebuah aplikasi yang digunakan di smartphone atau tablet. Aplikasi ini terkoneksi dengan Miracle Machine melalui Bluetooth agar kita bisa memantau perkembangan proses pembuatan wine. 

Aplikasi ini juga bisa digunakan untuk memilih rasa wine sesuai selera si peracik. Melalui aplikasi, si peracik akan diberitahu bahan apa saja yang perlu ditambahkan untuk menciptakan wine yang diinginkan. Misalnya takaran finishing powder yang tepat, akan membuat wine punya rasa seperti sudah melewati proses fermentasi bertahun-tahun.

Image: www.theepochtimes.com

Kolesterol dan riwayat keluarga

Kolesterol yang saat ini dituding sebagai faktor utama penyebab penyakit kardiovaskuler telah menjadikannya sebuah “makhluk” yang menakutkan. Dari berbagai penelitian yang dilakukan, ternyata kolesterol tidak hanya berasal dari jenis makanan yang kita konsumsi.

Menurut ahli nutrisi dan penulis buku Your Inner Skinny,Joy Bouner, MS, RD, CDN, bahan makanan yang mengandung kolesterol bukanlah satu-satunya penyebab naiknya kolesterol jahat atau LDL dalam darah. Menurut beliau  salah satu faktor terbesar pembentukan LDL dalam darah adalah faktor genetik atau riwayat keluarga.

Dengan riwayat keluarga kolesterol tinggi, seseorang kemungkinan berisiko bahkan memiliki kolesterol tinggi pada usia dini. Hal ini terjadi karena faktor genetik atau sejarah keluarga. Secara alamiah juga wanita akan mendapatkan kenaikan  kolesterol baik mereka (HDL) dari hormon mereka sampai mencapai menopause. Pasca-menopause HDL akan turun dan estrogen bisa menjaga kadar kolesterol baik (HDL) tetap tinggi. Orang dengan riwayat diabetes dalam keluarga juga bisa mewarisi trigliserida yang tinggi. Trigliserida adalah lemak darah yang cenderung meningkat kolesterol jahat.

Dari fakta di atas, banyak orang di sekitar kita yang secara genetis menghasilkan kolesterol tinggi dalam darahnya walau jarang mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak kolesterol.  Sebaliknya, seseorang yang dalam kesehariannya banyak mengkonsumsi makanan ber-kolesterol, ketika diperiksa kandungan kolesterolnya tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan. Ini disebabkan organ hatinya yang tidak sensitif terhadap peningkatan kolesterol dalam darah.

Namun demikian, walau kolesterol itu dipengaruhi oleh riwayat dan faktor genetik keluarga sebaiknya kita tetap menjaga makanan, pola makan, jenis makanan dan menghindari stress untuk mengurangi segala resiko yang bakal muncul sebagai dampak timbunan kolesterol dalam tubuh.

AWAS, ZAT BERACUN PADA BUAH DAN SAYURAN

Masalah keracunan makanan sepertinya tidak akan pernah berhenti dan tetap menjadi berita hangat di berbagai media saat ini. Dari berbagai kasus keracunan yang pernah terjadi, umumnya disebabkan  adanya zat berbahaya yang terdapat di berbagai produk makanan.

Salah satu faktor yang juga sangat berpotensi menimbulkan keracunan dan dapat menimbulkan berbagai penyakit berbahaya adalah adanya residu pestisida dan zat pengawet pada buah dan sayuran.

Zat berbahaya  pada  buah dan sayuran

Buah dan sayuran adalah sumber makanan yang hampir setiap hari kita konsumsi. Selain kandungan gizi dan serat yang dikandungnya, buah dan sayuran sudah menjadi sebuah kebiasaan dalam menu sehari-hari.  Sebelum kita mengkonsumsi  makanan ini, tentunya sudah mengalami berbagai proses pengolahan. Misalnya  selama  proses penanaman hingga panen, buah dan sayuran telah diberi pupuk dan selalu disemprot dengan aneka pestisida.

Ketika musim panen tiba, biasanya buah atau sayuran selalu disemprot 2-3 minggu sebelum dipanen. Tujuannya agar tampak segar dan terhindar dari serangan ulat, belalang atau penyakit lainnya. Lalu disiram atau disemprot dengan air 1-2 hari sebelum dipanen. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan berbagai residu pestisida yang sempat menempel saat penyemprotan. Perlakuan ini tentunya tidak masalah sepanjang prosedur yang digunakan sesuai ketentuan.

Masalah akan timbul ketika buah atau sayuran yang akan dipanen disemprot dengan berbagai jenis pestisida yang sudah tidak diijinkan lagi bahkan  jumlahnya melebihi ambang batas. Selain itu para petani sering menyemprotkan pestisida 1 hari sebelum dipanen. Bahkan tidak disiram atau disemprot kembali dengan air. Cukup hanya dicuci seadanya lalu dipasarkan.

Hal inilah yang mengakibatkan buah dan sayuran terkontaminasi oleh aneka pestisida yang mengakibatkan banyak residu pestisida yang menempel dan mengering pada buah atau sayuran ketika sampai ke tangan konsumen.

Selain masalah yang terjadi di atas, saat ini juga banyak buah atau sayuran impor diberi zat pengawet agar bisa tahan dan tetap tampak segar dari pusat produksi hingga ke tangan konsumen yang jauhnya bermil-mil. Sebagai contoh, buah anggur atau apel yang diimpor dari negara lain, terlebih dahulu diolah dan dilapisi dengan sejenis zat lilin (parafin) agar tetap tampak segar dan renyah ketika dimakan.

Tabel berikut menunjukkan kandungan Formalin pada beberapa buah dan sayuran impor.

Sumber: Puslitbang BSN

Data lain juga menunjukkan pada bulan April-Agustus 2007 di berbagai pasar buah tradisional dan swalayan di wilayah Bogor menunjukkan bahwa buah-buahan impor mengandung formalin dan pestisida. Formalin ditemukan pada buah apel, durian, pear, wortel, dan lengkeng, baik pada kulit maupun daging buah dengan konsentrasi antara 0,10-122,11 ppm.

Efek terhadap kesehatan

Efek yang ditimbulkan oleh kandungan zat-zat beracun ini dalam tubuh manusia ada yang bereaksi sangat cepat dan ada yang berjalan lambat. Reaksi cepat akan menimbulkan keracunan tiba-tiba sesaat kita mengkonsumsi bahan makanan tersebut. Umumnya hal ini  disertai mual, muntah, rasa perih yang hebat, koma, kejang bahkan kematian. Peristiwa seperti ini sudah sering kita lihat.

Sedangkan reaksi yang lambat tidak menimbulkan hal-hal yang aneh dan berbahaya sesaat kita selesai mengkonsumsinya. Namun demikian, lama-kelamaan zat yang terkandung dalam makanan tersebut akan tertimbun dalam tubuh dan menimbulkan berbagai reaksi berbahaya yang secara perlahan-lahan menggerogoti dan merusak sel-sel tubuh.

Setelah tiba waktunya, muncullah berbagai jenis penyakit berbahaya, seperti kanker, ginjal, hati, jantung, stroke, gangguan saluran pencernaan, susunan syaraf pusat, gangguan otak, limpa, atau pankreas. Penyakit ini bisa timbul beberapa tahun kemudian setelah seseorang mengkonsumsi buah atau sayuran yang mengandung zat berbahaya tersebut.

Tips

Penjelasan sederhana di atas sedikitnya sudah memberi gambaran bagi kita tentang zat beracun pada buah dan sayuran. Bagaimana kehadirannya, jenis-jenisnya, serta efeknya terhadap kesehatan. Tips berikut  ini perlu kita ketahui untuk bisa menghilangkan atau meminimalisir efek yang ditimbulkan sehingga kita bisa terhindar dari pengaruh buruk zat berbahaya tersebut.

Pertama, mencuci bersih sayuran dan buah dengan air mengalir sebelum dimasak atau dimakan. Ini akan menghilangkan residu pestisida yang menempel dan mengering.
Kedua, berusaha menghindari buah atau sayuran yang dilapisi parafin, yakni sejenis lilin yang dapat mempertahankan kesegaran buah. Biasanya zat ini tampak berupa lapisan putih dan mengkilat, seperti sering terlihat pada buah anggur, apel atau wortel.
Ketiga, hindari memakan buah bersama –sama dengan kulitnya. Buah apapun itu, lebih baik memakannya dengan membuang kulitnya terlebih dahulu. Karena bisa saja residu pestisida dan zat lainnya masih ada yang menempel pada kulit buah tersebut walau telah dicuci.
Keempat, jika ada sayur yang bisa dimakan mentah, lebih baik tetap memasaknya dengan suhu optimum.
Kelima, hindari mengkonsumsi buah atau sayuran sekali makan dengan jumlah yang banyak. Hal ini akan memungkinkan zat beracun akan banyak yang masuk ke dalam tubuh, otomatis organ tubuh yang bertanggungjawab terhadap racun tidak mampu melawannya. Lebih baik memakannya bertahap dan memiliki rentang waktu, sehingga organ tubuh yang bertanggungjawab terhadap racun masih mampu menetralisir.




SENYAWA SULFUR PADA MESIN KENDARAAN ANDA

Berita heboh tentang rusaknya fuel pump sekitar 1.000 unit taksi di Jakarta yang dicurigai akibat tingginya kandungan senyawa sulfur (belerang) dalam premium Indonesia, telah menambah daftar kerusakan yang diakibatkan jenis senyawa ini di sekitar kita.

Terlepas dari benar atau tidaknya  sulfur  ini yang dicurigai berkadar tinggi dalam premium Indonesia, yang pasti senyawa ini dipastikan selalu ada dalam kandungan minyak bumi. Hal ini terjadi sebagai proses alamiah karena minyak bumi itu diproduksi dari ekstraksi bawah tanah. Kandungan sulfur yang paling banyak di alam terdapat di perut bumi pada batuan sedimen sekitar 8 x 109 kg.

Kehadiran senyawa ini dalam premium dan solar dikategorikan sebagai zat pengotor dan umumnya terkandung dalam minyak mentah maupun dalam produk akhir dan fraksi-fraksinya. Berbagai jenis senyawa-senyawa sulfur yang sering dijumpai dalam minyak bumi adalah hydrogen sulfida (H2S), metil dan benzil mercaptans, metil sulfida, normal butil sulfida, metil disulfida, sulfida-sulfida siklis, alkil sulfat, asam sulfonat, sulfoksida, sulfon dan tiofena. 
Hingga sekarang masih belum memungkinkan untuk menghilangkan kehadiran senyawa ini dalam bahan bakar, tetapi setidaknya kehadirannya bisa diminimalisir. Menurut kadar sulfur yang dikandungnya, minyak bumi dapat dikategorikan sebagai berikut:
1.    Minyak bumi kadar sulfur tinggi (high sulfur oil), Mengandung sulfur > 2 % berat.
2.    Minyak bumi kadar sulfur sedang (medium sulfur oil), Mengandung sulfur 0,1 – 2 % berat.
3.    Minyak bumi kadar sulfur rendah (low sulfur oil), Mengandung kadar sulfur < 0,1 % berat
Efek senyawa sulfur terhadap kendaraan, kesehatan dan lingkungan.
Berbagai senyawa sulfur dapat dikategorikan sebagai bahan polutan yang berasal dari pembakaran BBM dan batu bara, penyulingan minyak, industri kimia dan metalurgi
. Senyawa sulfur yang umumnya bisa merusak itu adalah oksida sulfur seperti Sulfur dioksida (SO2) dan senyawa Hidrogen Sulfur (H2S).

Berbagai kerusakan yang disebabkan senyawa-senyawa ini adalah:
1.    Senyawa-senyawa sulfur tersebut mempunyai sifat korosif ( menimbulkan karat) dan mempunyai karakter yang mudah meledak. Senyawa ini dapat bereaksi dan mengkorosi logam-logam pada mesin kendaraan. Hal ini akan mengakibatkan berkurangnya ketebalan dinding pipa-pipa atau tabung-tabung pemanas dan bertekanan dalam kendaraan. Kehadiran H2S juga dapat menyebabkan korosi terhadap pipa baja dalam kendaraan dan menghasilkan endapan padat berupa besi sulfida.
2.    Sulfur dioksida (SO2) yang merupakan gas buang pembakaran bisa  terabsorbsi di dalam hidung dan menyebabkan iritasi dan radang pada saluran pernafasan. Sifat iritasi terhadap saluran pernafasan ini menyebabkan SO2 dapat membengkakkan membran mukosa yang mengakibatkan  meningkatnya hambatan aliran udara pada saluran pernafasan. Kondisi ini akan menjadi lebih parah bagi kelompok yang peka, seperti penderita penyakit jantung atau paru-paru dan para lanjut usia. Dalam kondisi keracunan akut,  bisa menyebabkan muntah, diare, tekanan darah turun drastis, rasa tercekik, dan  rasa sempit didada.
3.    Polutan SO2 memiliki daya rusak yang tinggi terhadap bangunan, karena  menyebabkan terjadinya hujan asam. Hal ini akan menimbulkan korosi Pada bahan-bahan yang mengandung seng dan tembaga. Juga untuk bangunan berbahan  batu kapur dan marmer sangat rentan terhadap deposisi SO2. Selain itu senyawa sulfur ini dapat merusak ekosistem perairan, lahan pertanian dan hutan.

Demikian sekilas tentang senyawa sulfur yang saat ini menjadi perbincangan hangat akibat rusaknya fuel pump ribuan taksi di Jakarta. Bagaimanapun juga, senyawa ini akan selalu hadir dalam bahan bakar minyak bumi. Tetapi kita tentunya tidak bisa menerima keadaan ini begitu saja. Bisa saja benar, kandungan sulfur dalam premium PERTAMINA melebihi ambang batas yang diijinkan, apalagi telah diuji oleh sebuah laboratorium di Thailand. 

Untuk bisa menjawab ini, tentunya pihak PERTAMINA harus mengkaji dan meneliti ulang kandungan sulfur ini dalam bahan bakar yang diproduksinya, termasuk premium dan solar.

Blog Archive